Komandannya menjawab tidak ada gunanya untuk
mencari kawannya, karena boleh dipastikan bahwa ia sudah mati setelah
terluka dan harus berada di tengah-tengah pertempuran yang sengit selama
satu hari lamanya. Tetapi pemuda itu terus mendesak dan akhirnya
komandannya memberikan ijin kepadanya.
Setelah beberapa waktu kemudian, pemuda itu
kembali dengan menggendong sesosok tubuh yang sudah tak bernyawa di atas
pundaknya. Komandan mengatakan, “Aku kan sudah mengatakan bahwa tidak
ada gunanya untuk mencari kawanmu itu?”
Pemuda itu menjawab dengan mata yang
bersinar-sinar “Ada gunanya, pak. Aku tiba di sisinya untuk mendengar ia
berbisik, “Aku tahu kamu akan datang.”
Refleksi :
Mengasihi bukan cuma menjadi dekat, tetapi menjadi sahabat yang mau mendengar keluhan sesamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar